January 2009
2 posts
Aku Tak 'kan Berhenti Mencintaimu (untuk dinda Sri...
Apa yang mesti kukatakan padamu saat Rindu menikam langit?
Ketika deru metropolitan tak lagi menyisakan arti
Dan temaram lampu jalan hanya menyinari kehampaan
Adalah kau, dindakuyang melebur satu dalam sukmaku
mengalirkan kemuliaan cinta
pada sungai kasih yang engkau bentangkan
Di hatiku, yang mendambamu, dari detik ke detik
Jika saja gerimis malam ini tak segera usai
Aku akan tetap...
Menyesap Senyap
Selalu, aku rasa,
kita akan bercakap dalam senyap
Dengan bahasa langit yang hanya kita yang tahu
serta menyemai setiap harap yang kerap datang mengendap
lalu meresapinya ke hati dengan getir
Selalu, aku rasa,
kamu tersenyum disana, ketika akupun tersenyum disini
dan kita, dengan bahasa langit yang kita punya itu,
secara bersahaja, menyapa larik-larik kenangan
dan meniti setiap selasar...
December 2008
2 posts
PUISI TAHUN BARU
Tidurlah yang pulas anakku
Saat kuganti kalender penanda waktu
pada pagi pertama ditahun baru
ditingkah gerimis yang tak jua usai
dan kerlip kembang api dilangit malam
serta gemuruh petir menggetarkan sukma
Seperti degup jantungku yang mencoba memadamkan gusar
menghadapi hari-hari yang bakal tersingkap satu-satu dari kalender baru
Mimpilah yang indah anakku
Tentang hari-hari berwarna...
Untuk Sepotong Senja di Akhir Tahun
Dalam Diam, kau termangu
Sepotong senja dibatas cakrawala memaku pandangmu
“Di akhir tahun, selalu ada rindu yang luluh disana, sejak dulu”
katamu, pilu
Terlampau cepat waktu berderak
hingga setiap momen tak sempat kau bekukan dalam hati
tapi tidak untuk ini
selalu ada ruang buatnya dipojok sanubari
dimana kangen itu kau kemas
bersama serpih-serpih kenangan
yang terserak dan...
April 2008
3 posts
Pagi Bening
Matahari tak pernah lalai menjemput pagi dan mengusir embun perlahan serta mengelupas gelap malam menjadi bening hari seperti senyum manismu, istriku yang mengusir embun perlahan menuju ke cakrawala saat mengantarku meniti perjalanan dengan riang
Meraba Bintang
Mendekat kesini anakku, Mari kita raba bintang dilangit yang hangat dan rasakan bagaimana karuniaNya mengalir dashyat dari redup kilaunya yang melenakan dan lembut mengelus jiwa seperti binar teduh mata kalian yang selalu menghimbauku untuk cepat pulang
Dari Balik Jendela Bis
Kaca buram itu memantulkan silau rimba beton juga kepongahan kota yang tak jua berhenti menggeliat Dan aku membeku, dikursi penumpang menatap hampa tanpa kata sementara suara sumbang sang pengamen bis mengalun tajam, merajam hati
March 2008
2 posts
Ceria di Mata Alya
Pada matamu anakku, Selalu kubaca desir rindu yang mampu melerai gundah serta melepas letih dari sesak perjalanan Pada matamu anakku, Ada telaga jernih dengan angsa putih bermain riang disana yang membuatku tak akan tersesat menemukan jalan pulang
Jejakmu, Lukamu..
Kau pahat muram dilangit hitam dengan geram lalu kau buat gairahku berkelindan kusut dengan tikaman matamu yang membara “Sudahlah. Sampai disini saja,” tukasmu getir Dan sisa jejakmupun menyisakan luka yang tak jua hilang meski gerimis telah usai